KEJADIAN DI BANDARA
JUANDA

Walau tidur tidak tenang dan dengan badan yang keringetan
sepanjang malam, tetap saja kita berdua harus bangun pukul 04.00 untuk
persiapan dan berangkat ke Bandara Juanda.
Waktu itu juga saya belum cari-cari taksi untuk menuju
kesana, tapi kebetulannn banget di depan hotel ada taksi yang mangkal.
*walaupun banyak juga sih taksi-taksi gelap dengan mobil avanza yang dari malem
udah nawarin jasa antar ke Bandara Rp. 40.000-50.000, tapi ternyata setelah di
cek dengan taksi resmi, harga taksi gelap lebih mahal. Jadi kita lebih milih taksi resmi saja Rp. 35.000, dari Hotel Menara Suci-Bandara
Juanda.
Sampai di Bandara ternyata udah penuh banget dengan
orang-orang yang hendak berpergian. Langsung saya menuju ke tempat pembayaran fiskal
(karena waktu itu saya sudah mencetak tiket boarding di dari Surabaya-Bandung
di Bandung), dan disana sudah tertera harga fiskal Rp. 40.000, jadi begitu
masuk antrian saya langsung menyiapkan uang Rp. 80.000 untuk 2 orang, tidak
lupa juga saya menyerahkan boarding pass, KTP atas nama saya dan fotokopian KTP
a/n Ixxx.
Mba di loketnya begitu melihat uang dan segalanya sudah
siap, langsung mencetak stiker fiskal dan menempelkannya di boarding pass,
tapiiiiii, begitu hendak memberikannya ke saya, dia langsung tersadar dan
bilang “Lohh, ini kok yang 1 cuma fotokopian?” seperti biasa Iis bilang “Maaf
mba, KTP aslinya sedang dipakai untuk e-KTP.” Mbanya bilang lagi “lahh, kalau
gitu ini barang-barangnya ngga bisa masuk ke bagasi dan ngga bisa terbang, lebih
baik ade cari dulu aja KTP aslinya.” Sambil kasi boarding pas yang sudah
ditempel stiker fiskal dan KTP. Haha... saya langsung mikir, kalau dah dikasih
boarding pas dan stiker fiskal, berarti dah bisa terbang dong. Hahahaha...
kalau gitu, ga apa-apa dongg kalau tas-tas kami ngga masuk ke bagasi.
Hahahaha... saya langsung mikir... Puji Tuhan jadi bisa terbang balik ke
bandung juga tuh si Iis. Hehehehe..
*coba deh kalau pas mau bayar fiskal kita ngga langsung kasi
uangnya, kayaknya stiker fiskalnya juga ngga akan di print sama mbanya, dan
ujung-ujungnya Iis beneran ngga boleh terbang. Haduhh... nyaris banget yahhh...
Sambil deg-degan akhirnya kita masuk ke ruang tunggu
pesawat, dan ngga lama kemudian ada panggilan “Penumpang Air Asia tujuan
Bandung dengan nomor pasawat XXXX harap segera masuk ke pesawat...” akhirnya
kita masuk deh ke pesawat dengan perasaan yang agak tenang dan senang.
Kesimpulannya, liburan kali ini adalah liburan yang sangan
menyenangkan, menegangkan, seru dan sangat berkesan buat saya, pastinya buat
Iis juga. Hehehe.. Semenjak liburan ini saya jadi selalu berusaha mencoba
bersyukur atas segala yang diberi kan Tuhan kepada saya. Hehe...
sekian dulu yah cerita tentang liburan saya kali ini, lain
kali kalau saya liburan lagi, bakalan terus bikin blog, biar kalian yang
membaca bisa sama-sama menikmati seolah-olah kalian juga ikut pergi liburan
bersama saya. ^^
No comments:
Post a Comment