Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Kota Garut. Apa sih yang terkenal dari Garut?? Heiii, jangan salah! Buanyakk banget... Iya lah banyak, bukan cuma dodol aja. Tapi disana juga banyak makanan-makanan lain yang terkenal enak juga tempat wisata yang ngga kalah bagusnya dengan kota-kota lain di Indonesia.
Kalau boleh disebut, makanan yang terkenal di Garut ada
kerupuk kulit (drokdok) yang gurih dan uenakkk tenan *tapi hati-hati yah kalau
kebanyakan makan makanan yang satu ini
bisa-bisa tenggorokan kita tersayat-sayat.. hehe..
Ada juga bakso *aduh baru mau mulai ngetiknya aja udah
ngiler.. hihi.. Bakso di Garut tuh beda banget dengan bakso-bakso lainnya yang
pernah saya coba. Rasa Bakso di garut lebih gurih, dengan isi bakso yang lebih
banyak dan bakso yang besar (ada tetelan daging yang nyam.. nyamm.. juga kadang
ada hati ayamnya)
Nah kalau untuk minumannya ada es goyobod, seger deh kalau makan es yang
satu ini.. hehe..
*kalau ada yang belum tahu tentang es goyobod, saya kasi tau
yahhh. Es goyobod adalah minuman tradisional dari Garut, Jawa Barat yang merupakan
es campuran dari berbagai bahan. Ada adonan tepung aren yang dipotong-potong,
pacar cina, alpukat, dan kelapa muda. Bahan tersebut disiram santan dan sirup
manis. Agar terasa dingin dan menyegarkan, ditambahkan serutan es batu. Gimana,
tertarik gaa?
Masih banyak lagi dehh makanan khas Garut kalau mau
disebutin satu-satu...
Udah aah ngomongin makanannya. Hehe.. bisa-bisa ngga
mulai-mulai nih cerita saya ke Garutnya. Hihi.. (kalau tempat wisatanya sabar
yahh.. )
Ok deh.. Perjalanan saya kali ini ke Garut (kamis, 21/3/2013)
sebenernya bukan cuma mau main n makan saja lohh.. Tapi saya ada keperluan
untuk mengunjungi salah satu pabrik pengolahan kulit. Tapi bukan kulit makanan
yahh.. hehe.. Tapi kulit olahan yang biasa dijadikan tas, jaket, dompet dll..
Kebetulan tempat pengolahan kulit di Garut yang saya datangi
itu merupakan kerabat dari teman saya Iis..
Saya berangkat dari Bandung ke Garut pagi-pagi (jam 8) dan
bertemu Iis yang baru pulang dari kampung halamannya di Cisompet (Garut
ujungggg... Piss Iis :D). Kita berdua akhirnya ketemu di simpang Jl. Otista di
Garut, dan langsung menuju rumah kerabatnya itu. Disana kami memilih-milih kulit
yang cocok dijadikan bahan untuk membuat tas. Maklum, kami sedang memulai usaha
pembuatan tas yang terbuat dari bahan goni dan dipadukan dengan kulit sapi.
Seperti yang kita ketahui kalau saat ini terjadi pemanasan
global. Kenapa? Karena dalam kehidupan sehari-harinya kita terlalu banyak menggunakan
bahan-bahan yang tidak bisa ‘dicerna’ oleh bumi. Contohnya saja, bahan-bahan
yang terbuat dari plastik. Dan ngga jarang kalau sekarang ini banyak produk
yang salah satunya tas yang menggunakan bahan tersebut. Bener kannn??
Karena alasan itulah saya dan Iis ingin mencoba sedikitnya
mengurangi pemanasan global yang saat ini sedang terjadi (soalnya kan kasian
bumi kita tuh udah tua dan cape menampung bahan-bahan seperti itu...) dengan
membuat tas dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, ya contohnya dari bahan
goni dan kulit sapi. Mangkannya, kami menamakan produk tasnya GONICOW... Hehe..
*Mari kita menyelamatkan bumi kita dengan menggunakan tas
dengan bahan yang ramah lingkungan, seperti GONICOW... LET’S SAVE THE EARTH.. *ga apa-apa yah promosi sedikit.. Hehehe..
Selesai pilih kulit sapi yang cocok dengan tas yang kami
buat, kami melanjutkan perjalanan ke setra penjualan produk kulit. Dimana setra
penjualan produk kulit di Garut terletak di daerah Sukaregang, sekitar 15menit
dari kota. Disana banyak dijual jaket kulit yang top deh!! Gimana ga top karena
katanya kalau cuaca lagi panas dan kita pake jaket kulit, badan berasa adem. Kalau
kita pake jaket kulit saat cuaca dingin, badan jadi terasa hangat. Hebat banget
yah..
Selain jaket kulit disana juga dijual sepatu kulit, dompet
dan banyak aksesoris lainnya yang ngga kalah top dengan jaket kulitnya. *Bisa
bilang gitu karena saya udah pernah coba pakai dompet kunci mobil yang saya
beli di Garut sekitar 5 tahun yang lalu dan kondisinya masih sangat kuat sampau
sekarang (padahal waktu itu cuma beli Rp. 35.000 saja. Hehe.. )
Oya mau nyelip nih... (kaya di gigi aja ada yang nyelip..hehe..).
Sebelum pergi ke tempat kulit-kulit itu saya makan dulu sama Iis. Makan apa
hayooo??
Yuppp, betul! Makan apa lagi kalau bukan makan bakso. Hihi..
Nama tempat makan Baksonya adalah Bakso Ronyok *ronyok kalau dalam Bahasa Indonesia
artinya lecek/acak-acakan, tapi tenang aja rasanya nggak acak-acakan kok, malahan enakkk banget. Hehehe.. Bakso Ronyok terletak
di Jalan Cimanuk (ngga jauh dari Universitas Garut). Satu mangkok bakso ronyok
yang menyajikan 1 buah bakso besar dan 4 buah bakso kecil dihargai Rp. 12.000.
Seperti yang saya jelaskan diatas, bakso ronyok seperti bakso-bakso garut yang
mantap dan lezatttt... Hehe.. Hayoo, yang ngaku pencinta bakso, harus pada coba
makan bakso Garut. Hehe..
Setelah makan bakso dan ke setra kulit, kami melanjutkan
perjalanan berikutnya ke daerah Banyuresmi untuk menjalankan peluang bisnis
kami yang lain. Hehe.. Maklum namanya juga hidup, kan harus berusaha. Hehe..
Ada yang bisa nebak ga,
kami ke Banyuresmi mau cari apa? hehe..
Hihi.. Dikasih tau dehh.. Kami mau cari bebek. Soalnya kebetulan
pada saat yang sama kami mau buat tas, ehh... ada yang pesan bebek untuk Rumah
Makan Ayam Penyet.. sekali lagi, namanya juga usaha, ada yang perlu bebek, yah
kita cari dan usahain penjual bebek di daerah Garut sana.
Di Banyuresmi, sepengetahuan kami memang banyak peternak
bebek karena disana masih terbentang luas sawah-sawah. Kenapa banyak sawah jadi
ada bebek? Hehe.. jawabannya adalah si peternak bebek itu setiap harinya
menggiring para bebeknya untyuk mencari makan di sekitar sawah-sawah itu.
Waktu itu kami mencari bebek di Banyuresmi sampai ke
daerah-daerah terpencilnya. Hehe.. gimana ngga, jalannya aja kecil banget
sampe-sampe cuma bisa masuk 1 mobil. Hehe.. Akhirnya setelah mencari ke 2
tempat di Banyuresmi (cirokrok dan cisoreang), kami tidak mendapatkan bebek
yang kami butuhkan. Huaaa.. Soalnya ternyata bebek-bebek yang ada sedang dalam
masa bertelur. Jelas saja para petani bebek tidak mau menjual bebeknya. Capedehh..
Dari Banyuresmi, tanpa menyerah kami melanjutkan mencari
bebek ke daerah Copong dan Sukamenteri yang ngga terlalu jauh dari Banyuresmi. Horee..
ternyata memang banyak juga peternak bebek, sampai akhirnya kami menitipkan
nomor handphone ke bapak peternak bebek yang katanya akan mengabarkan kalau dia
siap untuk mengenalkan kepada bandar bebek yang ada di daerah Copong.
Oya, Kalau di daerah Sukamenteri, hehe... Ternyata dengan
kebetulan kami melewati rumah mantan Bupati Garut Aceng Fikri yang terkenal itu.
Wooww ternyata ada 2 rumahnya yang beneran luas bangettt, dengan bangunan
modern dan tembok yang mengelilingi kedua rumah, dan hamparan sawah yang sangat
indah disekitarnya. Bapak Aceng memang hebat deh kalau bikin rumah, tapi ngga
banget yah buat jadi pemimpin Garut... Ampunnn Paa, Ampuuunn...
Selama kami mencari bebek dan belusukan ke sawah dan rumah
warga, kami juga berbincang-bincang dengan para petani dan peternak bebek.
Mereka memang orang-orang yang ramah dan bersedia membantu tanpa meminta balas
jasa seperti kebanyakan orang yang tinggal di kota. Maka dari itu, walaupun cape binti lelah karena mencari
bebek tercinta, tapi kami pulang dengan senang karena bisa berwisata ke Garut. Kita
bisa berwisata mengunjungi daerah Garut yang bukan tempat wisata yang
sebenarnya, melainkan mencoba berbaur dengan warga sekitar (indigenous travel), yang ternyata sama menyenangkannya dengan berwisata ke
tempat-tempat populer lain.
Maka dari itu, buat
teman-teman yang masih ragu buat jalan-jalan karena takut nyasar dll. Lebih baik
mulai menyiapkan keberanian kalian dan LET’S GET LOST, karena travelling itu
seruuuuu...
*ternyata benar saja setelah masuk Tol Bandung, kami
mendapat telepon dari Bapak di Daerah Copong kalau dia menyanggupi pesanan
bebek kami.. yess, ternyata ini perjalanan yang tidak sia-sia.
pada baca blognya yaaa.. hehe.. semua perjalanannya seru kok..
ReplyDeletekalo abis baca jangan lupa komentarnya jugaaa.. hihihi.. makasihhh..